Strategi Trend Following untuk Trader Pemula : Cara Menentukan Trend Harian Forex

Strategi trend following adalah salah satu pendekatan trading yang paling populer dan banyak digunakan, baik oleh trader pemula maupun yang sudah berpengalaman. Inti dari strategi ini sederhana: ikut bergerak searah dengan tren pasar, bukan melawannya. Prinsip dasarnya sering dirangkum dalam kalimat, “the trend is your friend”, selama tren masih berlangsung, trader berusaha menangkap sebagian pergerakan harga tersebut untuk meraih profit.

Dalam konteks forex, trend following menjadi semakin relevan ketika dikombinasikan dengan kemampuan membaca trend harian. Mengetahui apakah tren hari ini cenderung naik atau turun membantu trader menyusun rencana entry yang lebih objektif, meminimalkan keputusan impulsif, dan mengurangi risiko salah arah.

Artikel ini akan membahas :

  • Apa itu strategi trend following
  • Mengapa cocok untuk trader pemula
  • Cara mengidentifikasi tren dan trend harian forex
  • Indikator yang umum digunakan
  • Langkah-langkah praktis menerapkan trend following
  • Kesalahan umum dan tips agar analisa tren lebih efektif

Trend following adalah strategi yang berfokus pada identifikasi arah pergerakan harga (tren) dan membuka posisi searah dengan tren tersebut.

  • Saat pasar bullish (tren naik), trader mencari peluang buy.
  • Saat pasar bearish (tren turun), trader mencari peluang sell.

Tujuan utamanya adalah memanfaatkan momentum harga selama tren masih berlanjut. Selama struktur harga masih mendukung (puncak dan lembah searah tren), posisi dibiarkan berjalan hingga muncul tanda-tanda pelemahan atau pembalikan.

Namun, strategi trend following tidak ideal ketika pasar sedang sideways atau bergerak datar, karena tidak ada arah dominan. Dalam kondisi seperti ini, sinyal yang muncul cenderung banyak yang palsu (false signal).

Untuk trader pemula, strategi trend following punya beberapa kelebihan :

  1. Konsepnya sederhana
    Intinya : ikut tren, jangan melawan. Trader cukup fokus mencari tren naik untuk buy, dan tren turun untuk sell.
  2. Membantu mengurangi emosi
    Dengan mengikuti tren yang sudah jelas, trader tidak perlu menebak-nebak puncak atau dasar harga. Ini membantu mengurangi keputusan karena takut ketinggalan (FOMO) atau panik saat harga berbalik sementara.
  3. Lebih terstruktur
    Trader pemula bisa membangun rule yang jelas :
    • Hanya entry jika tren sudah terbentuk.
    • Hanya entry jika indikator atau struktur harga mengkonfirmasi arah yang sama.
  4. Mengurangi aktivitas overtrading
    Karena hanya trading ketika ada tren dan sinyal yang valid, trader cenderung lebih selektif, bukan masuk pasar di setiap pergerakan kecil.

Sebelum masuk ke trend following yang lebih teknis, penting memahami struktur dasar tren :

  1. Tren Naik (Uptrend)
    • Harga membentuk higher high (HH) dan higher low (HL).
    • Puncak baru lebih tinggi dari puncak sebelumnya, lembah baru lebih tinggi dari lembah sebelumnya.
  2. Tren Turun (Downtrend)
    • Harga membentuk lower high (LH) dan lower low (LL).
    • Puncak baru lebih rendah dari puncak sebelumnya, lembah baru lebih rendah dari lembah sebelumnya.
  3. Sideways / Ranging
    • Harga bergerak dalam kisaran (range) tanpa pola HH–HL atau LH–LL yang jelas.
    • Dalam kondisi ini, strategi trend following biasanya kurang efektif.

Trend harian adalah arah pergerakan harga yang dominan dalam satu hari perdagangan. Biasanya dilihat pada timeframe H1 hingga D1.

Berbeda dengan tren mingguan atau bulanan, trend harian lebih relevan untuk :

  • Scalper
  • Day trader
  • Trader yang menahan posisi hanya beberapa jam sampai maksimal 1–2 hari

Jika trend harian terbaca dengan benar, peluang entry menjadi lebih selaras dengan arah mayor pasar hari itu, sehingga probabilitas keberhasilan meningkat.

Berikut pendekatan praktis yang bisa digunakan trader pemula untuk membaca trend harian dengan lebih objektif :

Jangan hanya fokus pada chart M5 atau M15. Susun alur analisa :

  1. D1 (Daily) – melihat gambaran tren jangka menengah.
  2. H4 – mengukur struktur tren harian dan area kunci (support/resistance).
  3. H1 – timeframe operasional untuk mencari sinyal entry.

Pertanyaannya :

  • Apakah harga di D1 masih dalam tren naik atau turun yang jelas?
  • Di H4, apakah struktur HH–HL (uptrend) atau LH–LL (downtrend) masih bertahan?
  • Di H1, apakah pergerakan intraday searah dengan gambaran D1 dan H4?

Kalau tiga lapis ini selaras, trend following jadi jauh lebih kuat landasannya.

Moving Average (MA) adalah alat paling umum dalam strategi trend following dan penentuan trend harian.

Contoh setting :

  • MA50 dan MA200 pada D1 dan H4 untuk tren menengah–panjang
  • EMA20 dan EMA50 pada H1 untuk tren harian dan sinyal entry

Interpretasi sederhana :

  • Harga di atas MA50 dan MA200 → tren cenderung naik.
  • Harga di bawah MA50 dan MA200 → tren cenderung turun.
  • Cross EMA20 ke atas EMA50 → potensi awal tren naik harian.
  • Cross EMA20 ke bawah EMA50 → potensi awal tren turun harian.

Tanpa indikator pun, tren bisa dibaca dari struktur puncak–lembah :

  • Uptrend : serangkaian HH–HL
  • Downtrend : serangkaian LH–LL

Di trend harian, struktur ini bisa dilihat jelas di timeframe H4 dan H1. Kalau harga hanya bolak-balik di area yang sama tanpa pola jelas, kemungkinan pasar sedang sideways dan strategi trend following lebih baik ditahan dulu.

Level support dan resistance harian sering menjadi patokan pergerakan intraday :

  • Temukan high dan low hari sebelumnya sebagai referensi.
  • Tambahkan level kunci dari H4 dan D1 yang sering dipantul harga.
  • Bisa juga gunakan Pivot Point untuk area intraday.

Contoh logika :

  • Harga menembus resistance harian dan bertahan di atasnya, didukung volume dan indikator tren → bias harian cenderung bullish.
  • Harga menembus support harian dan bertahan di bawahnya → bias harian cenderung bearish.

Selain Moving Average, beberapa indikator lain yang sering dipakai :

  1. Average Directional Index (ADX)
    • Mengukur kekuatan tren, bukan arahnya.
    • Nilai di atas 25: tren cukup kuat untuk diikuti.
    • Nilai rendah : pasar cenderung lemah atau sideways.
  2. Bollinger Bands
    • Membantu membaca volatilitas dan posisi harga relatif terhadap band.
    • Harga yang sering berada di dekat band atas saat tren naik menunjukkan momentum bullish yang kuat.
    • Harga yang sering menempel band bawah saat tren turun menunjukkan tekanan bearish yang kuat.
  3. MACD (Moving Average Convergence Divergence)
    • Menggabungkan unsur tren dan momentum.
    • MACD line memotong signal line dari bawah ke atas → sinyal buy di tren naik.
    • Memotong dari atas ke bawah → sinyal sell di tren turun.
  4. Parabolic SAR
    • Menampilkan titik-titik di atas atau di bawah harga.
    • Titik di bawah harga : tren cenderung naik.
    • Titik di atas harga : tren cenderung turun.

Penting: indikator sebaiknya jadi konfirmasi dari struktur harga, bukan satu-satunya penentu keputusan.

Berikut alur sederhana yang bisa diterapkan trader pemula :

  1. Identifikasi Tren Utama
    • Buka timeframe D1 dan H4.
    • Tentukan apakah pasar sedang uptrend, downtrend, atau sideways.
    • Tandai level support dan resistance penting.
  2. Tentukan Bias Trend Harian
    • Turun ke H1.
    • Lihat posisi harga terhadap MA (misalnya EMA20/EMA50).
    • Pastikan struktur HH–HL atau LH–LL masih konsisten dengan tren di H4/D1.
  3. Cari Titik Masuk (Entry)
    • Entry saat terjadi pullback ke area support/resistance dalam tren utama.
    • Konfirmasi dengan :
      • Sinyal MACD / Parabolic SAR
      • Reaksi price action (pin bar, engulfing, dsb.)
    • Hindari entry di area harga yang sudah terlalu jauh dari MA (overextended).
  4. Pasang Stop Loss dan Take Profit
    • Stop loss bisa ditempatkan :
      • Di bawah support (untuk buy)
      • Di atas resistance (untuk sell)
    • Take profit bisa berdasarkan :
      • Rasio risiko :reward (misal 1:2 atau 1:3)
      • Level resistance/support berikutnya
      • Sinyal melemahnya tren (ADX menurun, MACD melemah, dsb.)
  5. Kelola Risiko Secara Ketat
    • Risiko per posisi idealnya hanya 1–2% dari total modal.
    • Jangan menggandakan lot hanya karena ingin “balik modal cepat”.
    • Fokus pada konsistensi, bukan jumlah entry.
  6. Evaluasi dan Catat Hasil Trading
    • Di akhir minggu, tinjau kembali :
      • Apakah entry sudah searah tren?
      • Apakah stop loss terlalu sempit atau terlalu lebar?
      • Apakah overtrading masih terjadi?
    • Buat perbaikan rule berdasarkan data, bukan sekadar perasaan.

Misalkan kalian membuka chart EUR/USD di awal minggu :

  1. Di D1, harga beberapa hari terakhir membentuk higher high dan higher low.
  2. Di H4, harga berada di atas MA50 dan MA200, dan EMA20 baru saja cross ke atas EMA50.
  3. Di H1, harga menembus resistance harian dan bertahan di atasnya, sementara ADX menunjukkan angka 28.

Dari kombinasi ini, bias trend harian jelas bullish. Strategi trend following yang masuk akal : menunggu pullback ke area support terdekat, lalu mencari sinyal buy yang valid, bukan mengejar harga yang sudah terlalu tinggi.

Beberapa kesalahan yang sering terjadi :

  1. Masuk pasar tanpa melihat tren besar
    Hanya melihat pergerakan 5–15 menit terakhir tanpa cek H4 atau D1, sehingga sering tidak sadar sedang melawan tren utama.
  2. Terlalu bergantung pada satu indikator
    Misalnya hanya melihat MACD atau RSI, tanpa memahami struktur high–low dan support–resistance.
  3. Mengabaikan berita besar
    Data ekonomi penting (seperti NFP atau keputusan suku bunga) bisa mengubah tren harian secara drastis. Tanpa cek kalender ekonomi, analisa teknikal bisa tiba-tiba “patah”.
  4. Overtrading di time frame kecil
    Fokus di M1 atau M5 dan mencoba menangkap setiap gerakan kecil, padahal trend harian belum jelas.

Beberapa panduan praktis :

  • Gunakan minimal dua timeframe: H4 untuk gambaran tren, H1 untuk eksekusi.
  • Saring noise dari timeframe kecil seperti M5/M15.
  • Selalu kombinasikan price action + indikator + level kunci (support/resistance).
  • Hindari melawan tren hanya karena ingin “ambil pucuk” atau “beli di dasar”.
  • Buat checklist harian sebelum trading :
    • Tren utama naik atau turun?
    • Di mana support dan resistance penting hari ini?
    • Apakah ada news besar yang akan rilis?

Strategi trend following adalah fondasi yang sangat kuat bagi trader pemula yang ingin membangun kebiasaan trading yang disiplin dan terukur. Dengan memahami arah tren utama dan menggabungkannya dengan pembacaan trend harian forex, keputusan entry menjadi lebih selaras dengan pergerakan pasar yang sesungguhnya.

Kuncinya bukan seberapa sering kalian masuk pasar, tetapi seberapa sering posisi kalian sejalan dengan tren yang sedang berlangsung. Gunakan kombinasi analisis struktur harga, indikator teknikal, serta level support–resistance, dan selalu sertakan manajemen risiko yang ketat.

Sebelum membuka chart besok, coba mulai dengan satu pertanyaan sederhana:
“Trend hari ini ke mana, dan bagaimana strategi trend following bisa membawa posisi gue searah dengan tren itu?”