Spread Rendah vs Spread Tinggi di forex adalah salah satu faktor paling penting yang harus dipahami trader sebelum memilih broker dan menyusun strategi trading. Spread bukan sekadar angka kecil di samping pair mata uang, tetapi komponen utama biaya transaksi yang langsung memengaruhi profit dan loss setiap posisi yang kalian buka.
Artikel ini akan membahas secara sistematis apa itu spread, perbedaan spread rendah (spread kecil) dan spread tinggi (spread besar), kapan masing-masing lebih cocok digunakan, serta bagaimana dampaknya terhadap profitabilitas trading forex kalian.
Apa Itu Spread dalam Forex?
Dalam trading forex, spread adalah selisih antara harga bid (harga jual) dan ask (harga beli) suatu pasangan mata uang.
- Jika EUR/USD memiliki :
- Bid: 1.1000
- Ask: 1.1003
Maka spread = 0.0003 atau 3 pip.
Spread inilah “biaya masuk” ke market. Saat kalian membuka posisi, kalian langsung berada dalam kondisi minus sebesar nilai spread, dan harga harus bergerak menguntungkan untuk menutup biaya tersebut sebelum mulai mencetak profit.
Besarnya spread dipengaruhi oleh :
- Tingkat likuiditas pasangan mata uang
- Kondisi pasar (normal vs sangat volatile)
- Model bisnis dan kebijakan masing-masing broker
Spread Rendah (Spread Kecil)
Spread rendah atau spread kecil adalah kondisi ketika selisih antara bid dan ask sangat tipis. Ini biasanya ditemukan pada :
- Pasangan mata uang utama (major pairs) seperti EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY
- Broker dengan model ECN (Electronic Communication Network) atau STP (Straight Through Processing)
- Kondisi pasar yang likuid dan stabil
Kelebihan Spread Rendah
- Biaya Transaksi Lebih Rendah
Setiap kali membuka posisi, kalian hanya membayar spread yang kecil. Hal ini :- Mengurangi beban biaya per transaksi
- Sangat membantu trader dengan frekuensi transaksi tinggi
- Lebih Mudah Mencapai Break-Even dan Profit
Karena spread kecil, harga tidak perlu bergerak terlalu jauh untuk :- Menutup biaya spread
- Beralih dari minus ke profit
- Ideal untuk Scalping dan Day Trading
Trader yang :- Membuka dan menutup posisi dalam hitungan menit/jam
- Mengincar pergerakan harga kecil
akan sangat terbantu dengan spread rendah karena struktur biaya lebih efisien.
Kekurangan Spread Rendah
- Sering Ada Biaya Komisi Tambahan
Banyak akun dengan spread sangat rendah (bahkan mendekati 0) disertai :- Komisi per lotSyarat minimum deposit lebih tinggi
- Spread Bisa Naik Saat Volatilitas Tinggi
Pada akun dengan spread variabel, saat rilis berita besar :- Spread bisa tiba-tiba melebar
- Eksekusi entry/exit bisa menjadi kurang efisien jika tidak diantisipasi
Spread Tinggi (Spread Besar)
Spread tinggi atau spread besar adalah kondisi ketika selisih antara bid dan ask relatif lebar. Ini umum terjadi pada :
- Pasangan mata uang eksotis atau yang kurang likuid
- Broker dengan model market maker yang menetapkan spread tetap lebih besar
- Kondisi pasar yang kacau atau sangat volatile
Kelebihan Spread Tinggi
- Sering Tanpa Komisi Tambahan
Banyak broker dengan spread tinggi :- Tidak mengenakan komisi terpisahSemua biaya trading sudah “dibungkus” dalam spread
- Cocok untuk Pendekatan Santai dan Jangka Panjang
Bagi trader yang :- Jarang transaksi
- Lebih fokus pada pergerakan besar (swing trading atau posisi jangka panjang)
perbedaan beberapa pip dalam spread sering kali tidak terlalu krusial dibanding ratusan pip target pergerakan harga.
Kekurangan Spread Tinggi
- Biaya Transaksi Jauh Lebih Mahal
Setiap posisi baru langsung terbebani minus yang lebih besar karena :- Harga perlu bergerak lebih jauh hanya untuk mencapai titik impas
- Tidak Ideal untuk Scalping dan Trading Frekuensi Tinggi
Untuk strategi jangka pendek :- Spread besar bisa “memakan” sebagian besar potensi profit
- Rasio risk-reward menjadi kurang efisien
- Risiko Kerugian Relatif Lebih Besar
Karena kalian butuh pergerakan harga yang lebih panjang untuk menutup spread :- Saat market tidak bergerak sesuai skenario
- Posisi akan lebih lama berada di area rugi dan bisa memicu keputusan emosional
Spread Rendah vs Spread Tinggi : Perbandingan Utama
Berikut perbandingan ringkas Spread Rendah vs Spread Tinggi dalam konteks praktis :
- Biaya Transaksi
- Spread Rendah : lebih murah per transaksi
- Spread Tinggi : lebih mahal per transaksi
- Komisi
- Spread Rendah : sering ada komisi tambahan per lot
- Spread Tinggi : umumnya tanpa komisi tambahan, biaya sudah di spread
- Kesesuaian Strategi
- Spread Rendah : ideal untuk scalping, day trading, dan trader aktif
- Spread Tinggi : lebih cocok untuk swing trader dan posisi jangka panjang
- Kebutuhan Pergerakan Harga
- Spread Rendah : cukup pergerakan harga kecil untuk mencapai break-even
- Spread Tinggi : butuh pergerakan harga lebih besar untuk impas dan profit
- Dampak Psikologis
- Spread Rendah : membantu menjaga mental karena posisi lebih cepat mendekati zona impas
- Spread Tinggi : bisa terasa “berat” di awal karena minus lebih besar saat entry
Dampak Spread terhadap Profit Trading Forex
1. Dampak Spread Rendah terhadap Profit
Dengan spread kecil :
- Setiap posisi :
- Lebih cepat keluar dari zona minus
- Lebih mudah mencapai target profit pendek
- Untuk trader aktif :
- Akumulasi penghematan biaya dalam ratusan transaksi bisa signifikan
- Net profit jangka panjang bisa meningkat hanya karena struktur spread lebih efisien
2. Dampak Spread Tinggi terhadap Profit
Dengan spread besar :
- Titik impas berada lebih jauh dari harga masuk
- Strategi jangka pendek menjadi kurang efektif karena :
- Banyak pergerakan kecil “habis” hanya untuk membayar spread
- Trader dituntut :
- Sabar menunggu pergerakan harga yang lebih besar
- Lebih selektif memilih setup dengan potensi reward yang cukup besar
Cara Memilih Broker Berdasarkan Spread
Memahami Spread Rendah vs Spread Tinggi membantu kalian menyaring broker sesuai kebutuhan. Beberapa langkah praktis :
- Sesuaikan dengan Gaya Trading
- Sering transaksi, scalping, day trading → cari broker dengan spread rendah yang transparan
- Trading jangka panjang → spread sedikit lebih besar masih bisa diterima selama eksekusi dan regulasi broker baik
- Periksa Struktur Biaya Lengkap (Spread + Komisi)
- Jangan hanya melihat angka spread di halaman promosi
- Bandingkan total biaya : spread rata-rata + komisi per lot + biaya lain (swap, dll.)
- Pilih Pasangan Mata Uang yang Likuid
- Untuk efisiensi biaya, fokus pada pair major dengan spread ketat
- Hindari terlalu banyak masuk ke pair eksotis jika belum memahami karakter likuiditas dan spread-nya
- Perhatikan Kondisi Saat Berita Besar
- Tanyakan atau uji bagaimana broker mengelola spread saat rilis data penting
- Beberapa broker menjaga stabilitas; yang lain membiarkan spread melebar drastis
- Gunakan Akun Demo untuk Menguji
- Sebelum real, uji :
- Rata-rata spread pada jam aktif
- Kecepatan dan kualitas eksekusi
- Ini membantu membandingkan broker secara objektif, bukan hanya dari klaim marketing.
- Sebelum real, uji :
Kapan Sebaiknya Memilih Spread Rendah vs Spread Tinggi?
Pilih spread rendah jika :
- Kalian :
- Aktif trading harian
- Menggunakan strategi scalping atau intraday
- Target pergerakan harga relatif kecil
- Ingin menekan biaya transaksi semaksimal mungkin
Pilih spread tinggi (yang wajar) jika :
- Kalian :
- Lebih nyaman dengan gaya swing atau position trading
- Jarang membuka posisi
- Lebih suka struktur biaya sederhana tanpa komisi terpisah
- Target pergerakan harga kalian ratusan pip sehingga perbedaan beberapa pip di spread tidak terlalu signifikan
Kesimpulan : Spread Rendah vs Spread Tinggi, Mana yang Tepat untuk Anda?
Perdebatan Spread Rendah vs Spread Tinggi tidak bisa dijawab dengan satu kalimat “mana yang paling bagus”, karena jawabannya sangat bergantung pada :
- Gaya trading
- Frekuensi transaksi
- Besar target pergerakan harga
- Modal dan toleransi risiko
Secara umum :
- Spread rendah lebih menguntungkan untuk trader aktif dan strategi jangka pendek karena biaya transaksi lebih efisien dan profit lebih cepat tercapai.
- Spread tinggi bisa diterima untuk strategi jangka panjang, selama broker kredibel, eksekusi baik, dan total struktur biaya tetap rasional.
Yang paling penting, jadikan spread sebagai bagian dari perencanaan trading, bukan sekadar angka pelengkap di platform. Dengan memahami dan mengelola spread dengan benar, kalian bisa :
- Mengurangi biaya transaksi
- Meningkatkan efisiensi strategi
- Memaksimalkan potensi profit jangka panjang dalam trading forex kalian.



