Order Block : Pengertian, Cara Mengidentifikasi, dan Strategi Menggunakannya

Order Block adalah area pada chart di mana pelaku pasar besar seperti institusi, bank, atau hedge fund menempatkan order dalam jumlah besar sehingga mampu menggerakkan harga secara signifikan. Konsep ini menjadi salah satu fondasi utama dalam pendekatan Smart Money Concepts (SMC) dan banyak digunakan oleh trader modern untuk mencari area entry dengan probabilitas tinggi dan risk-reward yang menarik.

Berbeda dengan support dan resistance konvensional, Order Block berfokus pada jejak aktivitas institusi di balik pergerakan harga yang kuat. Dengan memahami dan memanfaatkan Order Block secara tepat, trader dapat membaca di mana area akumulasi (buy) dan distribusi (sell) terjadi, serta memprediksi potensi titik balik harga dengan lebih presisi.

Secara sederhana, Order Block adalah area atau kumpulan candle terakhir sebelum terjadinya pergerakan harga yang kuat dan impulsif, baik naik maupun turun. Area ini dianggap sebagai “zona keputusan” institusi, di mana mereka membuka posisi besar yang kemudian mendorong harga keluar dari zona konsolidasi.

Beberapa karakter utama Order Block :

  • Terjadi setelah fase konsolidasi atau pergerakan harga yang relatif lambat.
  • Diikuti oleh pergerakan harga yang eksplosif, biasanya dengan candle-candle besar.
  • Menandai area akumulasi (untuk buy) atau distribusi (untuk sell).
  • Sering kali menjadi area retest sebelum tren berlanjut.

Ketika harga kembali ke area Order Block di masa depan, zona ini sering berfungsi sebagai support atau resistance yang kuat, dan menjadi area ideal untuk mempertimbangkan entry.

Secara umum, terdapat dua jenis Order Block yang paling sering digunakan dalam analisis teknikal :

Bullish Order Block adalah area di mana sebelumnya harga bergerak turun atau sideway terlebih dahulu, lalu diikuti oleh pergerakan naik yang kuat.

Ciri-cirinya :

  • Biasanya muncul di akhir tren turun atau fase koreksi dalam uptrend.
  • Terlihat sebagai candle bearish terakhir sebelum terjadi rally naik yang signifikan.
  • Mencerminkan proses akumulasi oleh institusi yang sedang membangun posisi buy.

Zona ini sering digunakan sebagai area potensial untuk mencari peluang buy ketika harga kembali melakukan retest.

Bearish Order Block adalah kebalikan dari bullish, yaitu area di mana harga sebelumnya bergerak naik atau sideway, kemudian diikuti penurunan tajam.

Ciri-cirinya :

  • Biasanya muncul di akhir tren naik atau fase koreksi dalam downtrend.
  • Terlihat sebagai candle bullish terakhir sebelum terjadi drop harga yang signifikan.
  • Mencerminkan proses distribusi oleh institusi yang sedang melepas posisi buy atau membangun posisi sell.

Zona ini sering digunakan sebagai area potensial untuk mencari peluang sell ketika harga kembali menguji area tersebut.

Mengidentifikasi Order Block tidak hanya soal menandai candle terakhir sebelum pergerakan besar. Diperlukan konteks struktur pasar dan konfirmasi tambahan agar area yang dipilih benar-benar relevan. Beberapa langkah umum yang bisa digunakan:

  • Amati area di mana harga keluar dari zona konsolidasi dengan candle besar dan berurutan.
  • Semakin kuat dan tajam pergerakan setelah zona tersebut, semakin besar potensi area itu sebagai Order Block yang signifikan.

Break of Structure (BOS) terjadi ketika harga menembus level support atau resistance penting sebelumnya.
Untuk validasi Order Block :

  • Setelah meninggalkan area Order Block, harga sebaiknya mem-break high/low signifikan.
  • BOS menandakan adanya perubahan kekuatan antara buyer dan seller yang tidak sekadar noise.

Order Block yang disertai BOS cenderung lebih kuat dibanding area yang hanya memicu pergerakan kecil.

  • Lonjakan volume saat harga keluar dari area Order Block dapat menjadi indikasi adanya partisipasi pelaku pasar besar.
  • Walaupun tidak wajib, volume bisa dijadikan filter tambahan untuk menghindari sinyal palsu.
  • Order Block yang searah dengan tren utama biasanya memiliki probabilitas lebih tinggi.
  • Dalam uptrend, fokus pada Bullish Order Block sebagai area buy di zona discount.
  • Dalam downtrend, fokus pada Bearish Order Block sebagai area sell di zona premium.
  • Setelah terjadi pergerakan impulsif, biarkan harga kembali menguji area Order Block.
  • Reaksi harga saat retest (misalnya muncul candle rejection, pin bar, atau engulfing) dapat dijadikan konfirmasi tambahan untuk entry.

Order Block yang valid umumnya menunjukkan :

  • Penolakan harga yang jelas ketika diuji kembali.
  • Muncul formasi candlestick reversal di sekitar zona tersebut.

Jika beberapa kali retest masih menghasilkan reaksi yang sama, area ini cenderung kuat. Namun, semakin sering diuji, semakin besar pula peluang akhirnya tembus.

Dalam konsep smart money :

  • Area discount (bagian bawah range) lebih ideal untuk mencari buy pada Bullish Order Block.
  • Area premium (bagian atas range) lebih ideal untuk mencari sell pada Bearish Order Block.

Dengan menggabungkan Order Block dan konsep premium/discount, trader dapat memperoleh level entry yang lebih masuk akal secara risk-reward.

Secara praktis, langkah-langkah penandaan Order Block di chart bisa diringkas sebagai berikut :

  1. Temukan BOS – Identifikasi titik di mana harga mem-break high atau low penting.
  2. Cari Candle Terakhir Sebelum Pergerakan Kuat – Candle ini adalah kandidat utama Order Block (bisa bullish atau bearish tergantung arah pergerakan).
  3. Tandai Area Candle – Tarik zona dari body candle, dan jika diperlukan, perluas ke shadow untuk pendekatan yang lebih konservatif.
  4. Tunggu Retest – Biarkan harga kembali menyentuh area tersebut.
  5. Gunakan Konfirmasi Tambahan – Misalnya pola candlestick, struktur market, atau indikator (RSI, Stochastic, dll.) sebelum entry.

Perbedaan Order Block dan Supply-Demand

Meskipun konsep Order Block dan zona supply-demand terlihat mirip, keduanya memiliki fokus yang sedikit berbeda :

AspekOrder BlockSupply-Demand
BasisCandle terakhir sebelum pergerakan impulsifZona ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran
FokusAktivitas institusi dan smart moneyArea kelebihan supply atau demand
BentukLebih spesifik dan presisi (candle tertentu)Cenderung lebih lebar dan umum
PenggunaanEntry presisi dan konfirmasi strukturGambaran area minat buyer/seller yang lebih luas

Banyak trader menggabungkan kedua konsep ini: supply-demand untuk melihat “zona besar”, Order Block untuk mencari area entry yang lebih presisi di dalam zona tersebut.

Setelah Order Block berhasil diidentifikasi dan divalidasi, beberapa strategi yang dapat digunakan antara lain :

  • Tunggu harga kembali menguji area Order Block setelah pergerakan impulsif.
  • Cari sinyal konfirmasi seperti pin bar, engulfing, atau rejection kuat di time frame yang lebih rendah.
  • Cocok untuk trader yang mengutamakan konfirmasi dan ingin mengurangi risiko false entry.
  • Pasang buy limit pada Bullish Order Block dan sell limit pada Bearish Order Block.
  • Metode ini lebih agresif karena mengandalkan kekuatan zona tanpa menunggu pola candlestick.
  • Penting untuk tetap disiplin dalam penempatan stop loss karena risiko fakeout tetap ada.
  • Tunggu BOS pertama sebagai konfirmasi awal.
  • Setelah harga retest dan mengkonfirmasi Order Block, entry dapat dilakukan pada BOS berikutnya (re-entry).
  • Strategi ini cenderung lebih konservatif karena menunggu pembentukan struktur baru yang lebih jelas.
  • Stop Loss :
    • Umumnya ditempatkan sedikit di luar area Order Block (di bawah Bullish OB atau di atas Bearish OB).
    • Jangan terlalu ketat agar tidak mudah terkena stop out akibat wick atau fakeout kecil.
  • Take Profit :
    • Bisa ditargetkan di level support/resistance berikutnya.
    • Atau menggunakan rasio risk-reward minimal 1:2 atau 1:3.

Beberapa tools yang dapat membantu :

  • TradingView untuk menggambar zona Order Block secara manual.
  • Indicator SMC atau ICT Concepts untuk membantu menandai BOS, Order Block, dan zona likuiditas.
  • Volume Profile dan Imbalance Indicator untuk melihat area ketidakseimbangan volume yang menguatkan analisis.

Tools hanyalah pendukung; inti keberhasilan tetap berasal dari pemahaman struktur market dan disiplin manajemen risiko.

Beberapa kesalahan yang sering terjadi :

  1. Mengabaikan Tren Utama
    • Mengambil posisi melawan tren hanya karena melihat Order Block di time frame kecil, tanpa memperhatikan konteks besar.
  2. Entry Tanpa Konfirmasi
    • Masuk hanya karena harga menyentuh zona, tanpa memperhatikan reaksi harga atau candlestick pattern.
  3. Tidak Memperhatikan BOS
    • Menganggap setiap zona konsolidasi sebagai Order Block, padahal tidak ada break of structure yang jelas.
  4. Overtrading
    • Menandai terlalu banyak Order Block di berbagai time frame sehingga bingung sendiri dan kehilangan fokus.
  5. Manajemen Risiko yang Buruk
    • Stop loss terlalu ketat atau bahkan tidak dipasang.
    • Mengabaikan ukuran lot yang sesuai dengan modal dan toleransi risiko.

1. Apa itu Order Block dalam trading?
Order Block adalah candle atau area terakhir sebelum terjadinya pergerakan harga yang kuat dan impulsif, yang mencerminkan area akumulasi atau distribusi oleh institusi besar.

2. Apa bedanya Bullish dan Bearish Order Block?
Bullish Order Block muncul sebelum harga naik tajam dan biasanya berada di dasar pergerakan turun, sedangkan Bearish Order Block muncul sebelum harga turun tajam dan sering berada di puncak pergerakan naik.

3. Apakah Order Block sama dengan supply-demand?
Tidak sepenuhnya. Order Block lebih spesifik karena berbasis candle tertentu dan fokus pada jejak institusi, sementara supply-demand lebih luas sebagai zona ketidakseimbangan permintaan dan penawaran.

4. Bisakah trading hanya dengan Order Block saja?
Secara teori bisa, tetapi jauh lebih aman jika dikombinasikan dengan konfirmasi lain seperti price action, BOS, indikator momentum, serta manajemen risiko yang ketat.

5. Time frame mana yang ideal untuk analisis Order Block?
Umumnya, time frame besar seperti H4, Daily, atau Weekly dipakai untuk identifikasi struktur dan Order Block utama, lalu time frame lebih kecil (M15, M5) digunakan untuk mencari entry yang lebih presisi.

Dengan memahami apa itu Order Block, cara mengidentifikasinya, membedakannya dari zona supply-demand, serta menerapkannya dalam strategi entry yang terukur, trader dapat meningkatkan akurasi analisis dan kualitas keputusan trading. Kunci utamanya tetap sama: disiplin mengikuti rencana, menghormati manajemen risiko, dan tidak mengabaikan konteks struktur pasar secara keseluruhan.